berbicara2Pernah melihat orang yang berbicara terus dan tidak mau mendengarkan ?, Pernah dengar orang berbicara dan tidak mau disanggah ? atau pernah dengar orang yang kalau kita bercerita orang tersebut selalu ingin mengambil alih topik pembicaraan kita ?.

Nah dari sini awalnya biasanya perseteruan terjadi. Karena saling tidak mau mengalah yang mendengarkan dan yang berbicara, jika sudah begini apa yang terjadi saya langsung membayangkan sebuah kelas berisi 1000 orang dan semuanya berbicara bagaimana tuh jadinya ?

Terkadang etika berbicara pun sudah tidak mau dipelajari kembali di sebuah institusi-institusi terkait yang seharusnya ini diajarkan kepada semua bidang. Saya dulu pernah kuliah Informasi tekhnologi disalah satu perguruan tinggi swasta tapi saya tidak pernah mempelajari hal - hal yang seperti ini.

Kenyataannya banyak orang yang banyak berargumen tanpa mau disanggah dan dampaknya bagi sosial maka akan ada chaos jika sudah semakin parah nantinya. Bayangkan ini adalah cikal bakal dari sebuah kesombongan diri yang tidak bisa dikendalikan kembali karena tadi etika ini memang tidak pernah diajari disebuah perguruan tinggi kebanyakan. Lagi lagi tekhnik selalu berbicara tentang kalkulus, matematika, fisika, dll tapi etika selalu dilupakan jadinya ? bisa dipastikan menjadi seorang tekhnik yang mampu melogikan mulut manusia dengan rumus matematika jadinya yah selalu merasa dirinya benar tanpa mengenal kembali etika kebersamaan.

Sudah saatnya kita mendengarkan apa yang kita bicarakan, merasakan apa yang kita lihat dan selalu merangsang rasa kepekaan sosial kita bersama dalam bantu membantu membangun satu bentuk negara yang memang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, baru jangan pilih-pilih juga, mentang mentang anak yang status sosialnya tinggi langsung kita hargai setengah mati sedangkan teman kita yang sedang susah “emang gue pikirin”.

Kalau menurut saya pribadi barometer sebuah negara yang memiliki rasa sosial yang sangat rendah adalah banyaknya pengemis disuatu negeri itu sendiri. Apa hubungannya ? iya itu mereka sudah tidak kuat berlomba untuk menjadi yang terbaik karena yang terbaik itu hanya untuk orang - orang kaya saja maka lebih baik mereka mencari yang terendah sekalian agar bisa dihargai dan intinya mereka minta dihargai walaupun dengan uang 500 rupiahmu.

Pernah kita melihat ? sering …. pernah kita merasakan ? Jarang atau tidak sama sekali. Bukan mencari simpati dari pembaca blog saya ini tapi saya ingin berbagi rasa saja kepada pembaca blog saya ini. Karena ketika saya melihat saya seperti merasakan apa yang mereka rasakan dan selalu bertanya dalam hati saya “apa yang menyebabkan mereka rela mengorbankan harga diri mereka ?”

Yuk mari kita saling bantu membantu antar sesama agar kita dapat hidup berdampingan dengan indah. Mari kita bangun rasa kepedulian kita dengan berbagi kepada sesama bukan hanya cari selamat sendiri. Bukalah mata kita semua untuk merasakan apa yang kita lihat dan mendengarkan apa yang kita bicarakan, mudah-mudahan teriakan ini menjadi sebuah harapan untuk negeri ini. Saya yakin dalam diri kita memiliki jiwa sosial sebagaimana yang dibicarakan oleh socrates tentang manusia adalah makhluk sosial, lupakan dulu urusanmu sejenak dan mari kita sedikit membantu sekitar kita, dengan perbuatan yang sedikit ini jika dilakukan secara berjamaah mudah - mudahan akan berdampak besar.

Selamat berbagi.

@rie fabian


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?